Siswa Temui Kendala

Siswa Temui Kendala

Siswa Temui Kendala

Pada pelaksanaan ujian nasional (UN) yang menggunakan sistem computer base test

(CBT) di SMAN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat, diakui salah seorang siswa masih ditemukan kendala. Seperti halnya saat mengoperasikan komputer, bila mouse atau touchpad tidak digerakan selama jangka waktu tertentu, tiba-tiba komputer mati atau log out.

”Memang ada kendala seperti kalau mouse tidak digerakan dalam kurun waktu 15 menit, maka komputer akan tiba-tiba mati. Ketika kita ingin mengoperasikannnya kembali, maka harus melapor terlebih dahulu ke operator. Kalau yang lain-lainnya berjalan lancar,” kata Siswa Kelas XII Jurusan IPA 1, SMAN 1 Cisarua, Firman Nuriansah kepada wartawan, kemarin (13/4).

Dihari pertama UN, kata dia, mata pelajaran yang diujiankan yakni Bahasa Indonesia

. Dalam menjawab 50 soal Bahasa Indonesia, Firman mengaku, memilih jawaban soal yang mudah terlebih dahulu. ”Pada ujian tadi, waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal selama 120 menit, 50 soal sudah dijawab. Mudah-mudahan jawabannya benar semua,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cisarua, Lukman Hakim mengatakan, dihari pertama UN ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 233 orang yang terbagi ke dalam 3 sesi. Satu sesinya, diberikan waktu mengerjakan soal selama 120 menit. ”Untuk satu hari, satu pelajaran, jadi totalnya UN diselenggarakan selama 6 hari,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi padamnya listrik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN

untuk menyiapkan bantuan listrik melalui genset. ”Karena pada ujicoba kemarin, listrik sempat padam saat mengerjakan soal di sesi terakhir. Setelah berkoordinasi dengan PLN, kami akhirnya mendapat pinjaman genset berkekuatan 5.500 watt,” ucapnya.

Mengenai siswa yang tidak sempat mengikuti ujian, pihak sekolah mengadakan ujian susulan yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 April 2015 mendatang. ”Bagi yang sakit atau berhalangan hadir bisa mengikuti ujian susulan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Barat Abubakar yang memantau UN di SMAN 1 Cisarua mengatakan, UN dengan metode CBT bisa menjadi pelajaran bagi semua sekolah agar semua sekolah bisa mengikuti langkah yang dilakukan SMAN 1 Cisarua. ”Ada 2 manfaat yang bisa ditarik UN dengan metode komputer ini. Yang pertama menggali keilmuan para siswa dan yang kedua meningkatkan keterampilan dan keahlian anak didik sebagai modal meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ungkapnya.

Bupati berharap, ke depan tidak hanya SMAN 1 Cisarua saja yang menggelar ujian berbasis komputer. Melainkan setiap sekolah dapat melakukan hal yang sama. ”Kita inginkan ke depannya setiap sekolah dapat melakukan kegiatan seperti ini (berbasis komputer). Agar siswa juga bisa juah lebih mudah dalam mengisi sejumlah soal yang diberikan,” katanya.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-jalur-gaza/