Sejarah Banten Dikenalkan SIC Muhammadiyah Ke Anak Yatim

Sejarah Banten Dikenalkan SIC Muhammadiyah Ke Anak Yatim

Sejarah Banten Dikenalkan SIC Muhammadiyah Ke Anak Yatim

Jatuhnya Malaka ke Tangan Portugis pada tahun 1511 M membuat seluruh kesultanan di Nusantara terjajah.

Dominasi bangsa asing, baik Arab, Eropa da China mengubah langsung arah pelayaran ke Nusantara.

Kemudian bangsa-bangsa asing itu datang berlabuh ke tanah Banten untuk melakukan perdagangan dan penjajahan atas sumber daya alam.

Selanjutnya, Belanda datang ke Banten pada tahun 1596 M yang di pimpin oleh Cornelis de houtman

untuk melakukan perdagangan, dan kemudian melakukan penjajajahan serta penguasaan diatas tanah Banten.

Namun, Kesultanan Islam Banten yang dipimpin oleh Sultan Banten beserta rakyatnya melakukan perlawanan sengit melawan penjajah bangsa asing.

Pada waktu pertempuran tersebut banyak para pahlawan Islam Banten yang mati syahid. S

elain itu, istana kerajaan Islam Surosowan pun ikut dihancurkan.

Pengantar sejarah itu disampaikan oleh salah satu pemateri Asep Rahmatullah pada acara pesantren Ramadhan yang diadakan oleh Saleh Idris Center (SIC) Muhammadiyah Banten dengan tema Yatim Camp 3 di Keraton Banten Kasemen, Kota Serang, Minggu (19/5).

Dikatakan Asep, pada kesempatan ini anak- anak diperkenalkan langsung tentang bangunan istana Surosowan, Kaibon, Masjid Agung Banten, Menara Banten, Meriam ki Amuk, Watu Gilang, Benteng Spelwijk, Musium Banten dan berbagi peninggalan sejarah lainnya.

“Semoga dengan adanya acara dengan materi wisata sejarah Kebantenan mampu menggugah anak-anak dan kaum muda untuk mencintai dan merawat Banten. Serta untuk membangkitkan dan memajukan nilai-nilai kebantenan berdasarkan Akhlaqul Karimah serta iman taqwa,” ujarnya didampingi pemateri lainnya Susilawati.

Ketua Pelaksana Acara Masyhuri Sidiq menuturkan dalam acara yatim camp 3 ini selain diberi materi tentang sejarah Kebantenan anak-anak juga yatim piatu ini diajak mendatangi lokasi sejarah peninggalan kerajaan Islam Banten.

“Harapannya semoga anak-anak lebih mengenal sejarah Kebantenan,” ujarnya.

 

Baca Juga :