Regulasi IMEI diharapkan tidak membuat konsumen bingung

Regulasi IMEI diharapkan tidak membuat konsumen bingung

Regulasi IMEI diharapkan tidak membuat konsumen bingung

Regulasi tentang validasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI), yang mulai berlaku pada 18 April mendatang diharapkan tidak akan membuat konsumen bingung tentang nasib ponsel yang mereka gunakan.

“Yang selalu kami, operator seluler, jaga adalah semua pelanggan

yang sudah memakai layanan kami, tidak boleh ada perubahan apa pun dari segi pengalaman pengguna,” kata Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, dalam diskusi online “Siap-siap Aturan Validasi IMEI Akan Diterapkan”, Rabu.

ATSI ingin memastikan pengguna layanan seluler tidak mengalami perubahan sejak aturan ini berlaku pada 18 April, termasuk konsumen yang ingin membeli ponsel baru.

Baca juga: Jika ada masalah IMEI, ke mana konsumen mengadu?

Baca juga: Siap-siap, Kominfo pastikan regulasi IMEI dimulai 18 April

Operator seluler juga sudah menyiapkan skenario soal konsumen yang menggunakan nomor lama di ponsel baru, nomor baru di ponsel lama hingga konsumen yang berganti kartu SIM, agar konsumen tidak kesulitan.

“Semua kami susun dengan harapan tanggal 18 April beroperasi,

” kata Merza, di acara yang sama.

Senada dengan ATSI, Ketua Umum Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Hasan Aula, sepakat konsumen perlu mendapatkan perlindungan soal regulasi IMEI ini.

APSI mengusahakan penanganan mengenai produk resmi

bisa dilakukan sesegera mungkin. Misalnya, ketika konsumen mengalami masalah IMEI di gawai yang baru dibeli, mereka bisa langsung mendatangi toko resmi untuk mengatasi masalah tersebut.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/