Proses Disosiatif

Proses Disosiatif

Proses Disosiatif

  1. Persaingan (competition)

    Persaingan merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan terdapat saling berlomba atau bersaing satu sama lain atau antar kelompok dengan tidak ada kekerasan atau ancaman guna mengejar nilai-nilai tertentu agar lebih baik, lebih kuat, dan lain sebagainya. Contohnnya adalah siswa yang bersaing dalam meraih peringkat pertama.

  2. Kontravensi (contravention)

    Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang ada di antara konflik dan persaingan. Adapun bentuk kontravensi ada 5, antara lain :

      1. 1) Kontravensi bersifat umum. Contoh : penolakan, gangguan terhadap pihak lain, perbuatan kekerasan, dan lain sebagainya.
      1. 2) Kontravensi bersifat sederhana. Contoh : memaki-maki, mencerca, memfitnah, dan lain sebagainya.
      1. 3) Kontravensi bersifat intensif. Contoh : penghasutan, mengecewakan pihak lain, dan lain sebagainya.
      1. 4) Kontravensi bersifat rahasia. Contoh : mengumumkan rahasia yang dimiliki pihak lain, berkhianat, dan lain sebagainya.
      5) Kontravensi bersifat taktis. Contoh : provokasi, mengganggu pihak lawan, intimidasi, dan lain sebagainya.
  3. Konflik

    Konflik merupakan proses sosial yang mana terdapat orang perorangan atau kelompok yang berusaha dalam meraih tujuan tertentu dengan cara melawan dengan pihak lawan yang didalamnya disertai dengan adanya tindak kekerasan atau ancaman. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab konflik, antara lain :

      1. 1) Terdapat perbedaan antar individu yang didalamnya meliputi perbedaan perasaan dan pendirian.
      1. 2) Adanya prasangka buruk kepada pihak lain.
      1. 3) Individu yang kurang bisa mengendalikan emosinya.
      1. 4) Terdapat perbedaan kepentingan yang ada di antara individu dan kelompok.
      5) Persaingan yang tajam hingga kontrol sosial yang kurang berfungsi.

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/