Prinsip-Prinsip Belajar Dan Contohnya

Prinsip-Prinsip Belajar Dan Contohnya

Prinsip-Prinsip Belajar

Ada dua prinsip yang harus diingat dalam belajar. Yang pertama yaitu melatih dan mengembangkan daya asosiasi. Yang kedua harus ada proses mengulang. Proses belajar yang paling sederhana; yang disebut habituasi, terjadi oleh berkurangnya efek rangsangan yang diterima individu karena efeknya tidak menimbulkan konsekuensi yang membahayakan maupun yang menguntungkan. Misalnya seseorang baru pindah ke suatu tempat tinggal yang baru, keesok harinya dia bangun, kaget karena suara rebut-ribut di petak sebelah. Setelah dia keluar, baru tahu kalau ada suami istri tetangganya lagi ramai bertengkar. Keesokannya terjadi lagi. Akhirnya lama-lama ia menjadi terbiasa.

Prinsip-Prinsip Belajar

Demikian proses belajar memerlukan proses yang berulang dan proses asosiasi, baik proses belajar yang sederhana sekalipun. Proses asosiasi disini tidak hanya asosiasi dalam berfikir, tetapi juga terjadi asosiasi dengan terhubungnya dua atau lebih sirkuit saraf di system saraf pusat melalui sirkuit penghubungnya, yang mula-mula belum berfungsi menjadi berfungsi oleh proses classing conditioning.

Proses Belajar Pada Anak

Proses belajar pada anak-anak berbeda dengan proses belajar dari orang dewasa. Pada anak-anak, proses belajar lebih banyak pemberian pengetahuan baru, melatih daya asosiasi, dan membiasakan penggunaan dalil dan aturan. Tanpa mendapat latihan dalam proses pergaulan, setelah dewasa mereka akan canggung terjun ke masyarakat. Mengulang dalam hal ini berarti juga pengajar atau pendidik harus sering memberi contoh. Justru pada anak-anak proses meneladan atau meniru seorang panutan merupakan proses belajar yang ampuh.

Proses Belajar Pada Orang Dewasa

Pada orang dewasa, dalil, rumus, dan aturan, umumnya sudah mereka kuasai, atau paling tidak mereka akan mengingatnya kembali. Umumnya mereka telah mampu menggunakan dalil, rumus, aturan-aturan itu untuk menghadapi dunia nyata serta tugas-tugas sehari-hari.

Dalam belajar, umumnya mereka mempunyai autonomi, sehingga mereka lebih mengandalkan dirinya sendiri, dan tidak terlalu senang digurui. Dalam belajar, mereka lebih bersifat self directed. Pada orang dewasa, mungkin yang lebih perlu ditekankan adalah meningkatkan motivasi untuk melaksanakan proses belajar itu sendiri. Meningkatkan motivasi untuk menggunakan otaknya yang umumnya sudah mempunyai keterampilan dasar berasosiasi, menganalisis, mensintesis, berargumentasi dll. kepada orang dewasa yang bertugas belajar, lebih baik diberikan kasus-kasus yang sesuai dengan tugas mereka, sehingga mereka senang untuk membahasnya.