Keteladanan Guru Jadi Kunci Tingkatkan SDM

Keteladanan Guru Jadi Kunci Tingkatkan SDM

Keteladanan Guru Jadi Kunci Tingkatkan SDM

Keteladanan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bagi murid dan lingkungannya merupakan kunci sukses

dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, di tengah fokus pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan juga harus terus dipacu.

Berkenaan dengan itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi di tahun 2019. Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi merupakan langkah konkret untuk menyukseskan visi Pemerintah yang kini fokus pada pembangunan manusia.

“Bila saudara tadi mendengarkan pidato Bapak Presiden pada Rapat Paripurna di DPR

, beliau dengan jelas menegaskan bahwa ada beberapa poin yang berkaitan dengan program pendidikan untuk periode Kabinet Kerja II, yang salah satunya adalah pentingnya segera meningkatkan kualitas SDM kita agar memiliki keunggulan, baik kompetitif maupun komparatif ketika harus disandingkan dengan SDM dari negara lain. Tentunya kita tidak akan bisa menyiapkan SDM yang unggul tanpa membenahi sektor guru. Kalau kita bicara tentang SDM dalam konteks pendidikan maka yang pertama harus dibenahi adalah kualitas gurunya. Kita tidak mungkin melahirkan lulusan-lulusan dan generasi yang unggul tanpa ada sentuhan dari guru yang memiliki dedikasi dan kualifikasi yang juga unggul,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat memberikan sambutan pada acara malam Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bila merujuk pada 8 standar nasional pendidikan (SNP), maka dari kedelapan poin

itu yang paling penting adalah guru.

“Kalau ada guru yang profesional dan bekerja menurut panggilan hati nurani, maka 7 standar yang lain akan dengan sendirinya terpenuhi. Jadi apa pun dari 8 standar itu tergantung pada guru, bahkan kurikulum yang sesungguhnya adalah guru. Totalitas kehadiran guru, baik dari penampilan fisik, gestur, ucapan, semuanya itu adalah bagian dari kurikulum,” ujarnya.

Diungkapkan Mendikbud, guru dan tenaga kependidikan yang hadir merupakan perwakilan terbaik di provinsinya masing-masing dan telah melewati berbagai proses seleksi berjenjang.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GXMXC6C